Why Did You Come To My House (우리 집에 왜 왔니?)

Cast :

Kang Hye-jeong (강혜정) sebagai Lee Soo-kang
Park Hee-soon  (박희순) sebagai Kim Byeong-hee
Seung Ri (승리) sebagai Park Ji-min
Lee David (이다윗) sebagai young Ji-min

durasi :107 menit

rilis di Korea : 09-04-2009
poster

Byeong-hee forever fails in suicide attempts. When he tries to kill himself again, a strange girl Soo-kang suddenly enters his house and flouts his latest attempt. She takes over the house and watches him and his neighbor, whom she has a crush on.

My first impression for this movie is… Bikin penasaran. Mungkin sebelumnya saya baru liat selentingan film ini hanya di Arirang TV (kalo nggak salah). Dan pemikiran saya adalah, film ini bakalan punya kisah lucu seperti serial dengan judul yang sama, yang beberapa waktu sebelumnya saya tonton. Tapi, ternyata.. ahaha! Tentukan saja sendiri. Dan kalau nggak salah juga, film ini dibikin karena inspired versi serialnya. Hmmm.. Kalau salah, kasi tau ya.. hehe!

seungriphoto83368

photo83382

Seorang wanita ditemukan tewas di dalam sebuah kardus di rumah seorang kakek. Berdasarkan barang-barang peninggalan si jenazah yang dijadikan bukti, ditemukan puluhan tagihan bulanan yang mengarah kepada si debitor, Byeonghee (Park Hee-seon). Si pria berusia 37 tahun ini pun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Dalam proses penyelidikan di kantor polisi inilah, akhirnya ketahuan kenapa si wanita itu bisa punya hubungan dengan Byeonghee ini. Ternyata, wanita yang akhirnya diketahui bernama Lee Sujang (Kang Hyejeong) ini datang secara tiba-tiba aja ke rumah Byeonghee di saat ia berusaha untuk mencoba aksi bunuh diri karena frustasi ditinggal mati istri dan calon anaknya yang tentu aja masih ada di janin sang istri. Kontan, si Sugang ini langsung berusaha menyelamatkan Byeonghee.
Abis melakukan aksi pembatalan gantung diri Byeonghee, Sugang memperlakukannya seperti layaknya seorang tawanan. Byeonghee dijanjikan bebas asalkan mau mendengarkan sekelumit kisah Sugang yang bisa saya bilang tragis. Sugang yang gayanya nggak lebih dari seorang gelandangan ini adalah cewek yang nggak punya temen dan berharap akan cinta sejati. Dia duduk di bangku kelas dua SMP di umurnya yang udah 20 tahun, tinggal di tengah gunung sendiri, seorang yatim piatu, dan dianggap gila oleh teman-temannya. Selalu aja dia dapet perlakuan kasar dari temen-temennya, dan suatu ketika pas dia dilempari batu oleh teman-temannya, dia bertemu Park Jimin (Seung-ri) yang menolong dia. Ternyata, beda usia 8 tahun nggak bikin mereka berdua mengurungkan niatnya untuk saling mencintai. (Haha.. Gak suka bahasanya!)
Mereka pun jadi sepasang kekasih (lagi-lagi, bahasanya gak suka!). Sugang yang tadinya sendirian pun akhirnya merasa kalau Jimin adalah cinta sejatinya. Tapi sayangnya, nggak tau kenapa beberapa hari kemudian Jimin berubah total. Ia nggak mau lagi deket sama Sugang. Baru deh, di saat ini Sugang berusaha buat mencari alasan kenapa Jimin ninggalin dia. Saking seriusnya, Jimin bahkan pindah sampe ke Seoul demi menjauhi Sugang. Kerennya, Sugang yang berkali-kali dijebloskan ke penjara karena dilaporin sama si Jimin, terus aja sabar mengejar cintanya. Ternyata Byeonghee tetanggaan sama Jimin. Mungkin alasan inilah yang menjadikan Sugang nekat masuk ke rumah Byeonghee demi bisa mengamati gerak-gerik cinta sejatinya. Bagaimanakah akhirnya? Apakah Sugang bisa menemukan kejelasan cinta sejatinya yang hilang? Seberapa besar hasratnya untuk menjadi orang yang layak untuk dicintai? Lalu, apa sebenarnya alasan Sugang datang ke rumah Byeonghee? Lalu, kenapa Sugang bisa mati tersenyum? Temukan sendiri jawabannya. Meskipun sedikit ngajak mikir, tapi ceritanya cukup menyentuh loh! Banyak kisah tragis yang bikin saya merasa iba, mulai dari tindakan bullying yang dialami Sugang, sampai kisah dibalik tewasnya istri Byeonghee. Kita bisa juga belajar tentang perasaan ingin dicintai agar tidak sendiri, dan tidak bisa lagi mencintai karena ditinggalkan. Hahaha! Liat sendiri aja deh.

oiya, film ini juga nyeritain si Byeonghee yang ikutan kelompok orang-orang stres yang ngegabung buat suicide barengan.. haha.. emang beneran ada deh kayanya nih kasus, dan sedikit mengingatkan saya pada film Moodori yang juga nyeritain grup suicide.. hehe

Ada Seungri Big Bang juga di sini… meskipun nggak banyak aktingnya.. tapi lumayan lah, buat pemula mah.^^

*sebagian foto diambil dari HanCinema

2PM Again & Again

2PM00000

Hmm.. saya mau nambahin postingan review. Tapi ni mah mau sedikit beda ah. Ngebahas MV. Tahukah kalian sama 2PM? Ahaha! Kalo saya mah nggak banyak tahu. Tapi seenggaknya, setelah melihat MV terbaru mereka yang Again & Again, saya baru tau dan menyimpulkan kalau mereka patut diperhitungkan.

Saya dapet MV-nya dari temen. Ehehe! Ada dua temen saya yang ngasih MV-nya, komplit! Mulai dari perf mereka yang pertama, MV aslinya, sampe MV yang dance versionnya. Ahaha! Pertama liat? Hmm.. koreonya unik, aneh, lucu? Ia! Bodor ngeliatnya. Simpel, tapi bagus aja! Meskipun nggak seheboh SuJu yang Sorry,Sorry.. Lumayan asik lah buat joget-jogetan! Ahaha!

Gerakan mereka di awal yang (istilahnya apa ya? Nggak tau! Yang kaya jalan di tempat, kakinya diangkat tinggi) sedikit ngingetin sama jalan khasnya Agnes Monica. Dan udahannya, ada part yang rada sama kaya lagunya WG yang Nobody (kalo nggak salah). Abis itu ada tarian bebek Mesir (ahaha!ngasal, nggak tau namanya) yang juga ada di MV Sorry, Sorry. Tapi seru lah… Bikin badan nggak mau diem. Selalu aja ngajak badan gerak-gerak.. Hohoho!

 

ini nih MV-nya.. ^^

꽃보다 男子/ Boys Before Flowers, Boys Over Flowers

꽃보다 男子/ Boys Before Flowers, Boys Over Flowers

Cast :

Koo Hye-sun as Geum Jan-di

Lee Min-ho as Goo Joon-pyo

Kim Hyun-joong as Yoo Ji-hoo

Kim Bum as So Yi-jung

Kim Joon as Song Woo-bin

Kim So-eun as Chu Ga-eul (sobatnya Jan-di)

Lee Min-jung as Ha Jae-kyung

 

Episodes : 25 (++ special episodes)

Broadcaster : KBS2 (2009)

 

 BoysOverFlowers

Ini reviewan baru saya. Ahaha! Lama nian aku tak mengupdate blog ini. Langsung aja deh. Jadi pengen cepet-cepet nyerita, keburu stasiun tivi sebelah yang udah langganan muterin serial laris menayangkan serial fenomenal ini. Fenomenal? Kenapa? Mau tau? Baca aja terus!

Judul aslinya 꽃보다 男子, dan kemudian dialih bahasakan jadi Boys Over Flowers (BOF). Tapi, banyak pihak juga yang translate judulnya jadi Boys Before Flowers. Tapi sudahlah, buat apa berkutat di judul? Nggak penting pula. Ahaha!

Buat yang udah tau, serial ini adalah hasil adaptasi dari manga Jepang yang mungkin bisa dibilang sebagai manga yang paling sering diangkat jadi serial tv, Hana Yori Dango. Yang bikin fenomenal kesatu adalah manga ini udah dibikin versi animenya, versi dorama Jepangnya, serial Taiwan-nya (Meteor Garden, red.), sampe Indonesia pun ikut-ikutan bikin adaptasi  serial ini, dengan maksain. Tau kan? Itu tuh Siapa Takut Jatuh Cinta? Buat negara lain, saya juga nggak tau tuh apa ada juga remake Hana Yori Dango ini.

Karena saya nggak tau cerita Jepangnya, jadi saya nggak tau banyak nih tentang kisah aslinya. Tapi sih, menurut banyak kabar yang berhembus, remake Hana Yori Dango versi Korea ini punya alur cerita yang beda, meskipun nggak mengesampingkan kisah 4 anak hartawan yang juga rupawan (haha) yang salah satunya jatuh cinta sama si upik abu dari keluarga tak punya.

Adalah Geum Jandi (Koo Hye-sun) yang punya kesempatan buat sekolah di SMA Shinhwa, sekolah nomer satu di Korea yang tentu aja nggak semua orang bisa seberuntung dia. Kesempatan itu dateng gara-gara dia nolongin seorang siswa yang frustasi berat gara-gara diteror sama grup F4 yang disegani banget di sekolah.  Dari semua murid di Shinhwa, baru si Jandi inilah yang bisa kuat sama gangguan Goo Joon-pyo (Lee Min-ho), Yoo Ji-hoo (Kim Hyun-joong), So Yi-jung (Kim Bum), dan Song Woo-bin. Sebenernya sih yang jahat mah si Joon-pyo aja, soalnya dia nggak terima ada orang yang ngelawan F4.

Di tengah upaya Jandi untuk bertahan dari serangan-serangan Joon-pyo, Jandi mulai dekat dengan salah satu anggota F4, Ji-hoo yang ditemuinya pertama kali secara tidak sengaja. Tapi kemudian waktulah yang menjawab, Joon-pyo yang awalnya kesal dan nggak suka banget sama Jan-di ini mulai luluh dan mulai nyimpen perasaan sama Jan-di. Dan kemudian ceritanya mengalir. Jan-di terjebak kisah cinta segitiga (cieh.. hahaha) dengan Joon-pyo dan Ji-hoo. Joon-pyo dan Ji-hoo pun sampai harus mempertaruhkan persahabatan mereka hanya untuk mendapatkan Jan-di.

Hampir sama aja sih kaya versi aslinya, dimana si Jan-di ini nggak disetujuin hubungannya sama ibunya si Joon-pyo gara-gara ada perbedaan latar belakang di antara mereka yang amat mencolok. Si ibunya ini pun ngeluarin banyak cara untuk menjauhkan si dobel J (Jan-di & Joon-pyo) ini. Sampe akhirnya mulai dateng tokoh baru, Jae-kyung (Lee Min-jung) yang juga anak pengusaha sukses di Korea yang ditunangin sama Joon-pyo.

Selanjutnya? Ya gitu deh! Berkutat di perebutan cinta Jan-di. Selain itu ada juga cerita-cerita seputar masa lalu F4 yang ternyata nggak semuanya sebaik dengan keadaan mereka yang sekarang. Gitu lah pokoknya. Sebenernya, dibilang fenomenal dan bagus banget sih nggak (kalo kata saya). Tapi, cukup menghibur lah. Banyak banget setting tempat yang keren, sampe malah ada syuting di Macau segala. Selanjutnya, ya gitu. Ada juga beberapa kelucuan yang bikin saya ketawa.

Yang fenomenal bukan dari segi rating ya reader (soalnya, rata-rata ratingnya nomer 1 dan 2, yang berkutat di kisaran 25%, belum bisa nyaingin kehebatan Jumong, Dae Janggeum, dan Lover in Paris yang ratingnya di atas 40%), tapi dari popularitas para pemainnya sekarang. Pokoknya, gara-gara banyak banget yang suka serial ini, para pemaennya jadi banyak tuh yang kebanjiran order, seperti F3 yang dapet kontrak iklan Anycall. Hoehehe.. gitu deh! Oh, iya! Sontreknya juga sampe ada tiga, vol.1, vol.2, dan vol 2.5. Hebat!!!

Hmm.. kesimpulannya! Direkomendasikan!!! (Meski mungkin akan sedikit terbayang-bayang versi pendahulunya, termasuk versi aslinya). Tonton aja sendiri deh, baru menilai! Hehehe! O iya! Sontrek yang dinyanyiin HowL (Love You), sama SHINee yang Stand By Me paling nendang kata saya mah di serial ini, disamping Because I’m Stupid-nya SS501 tentunya. Hohoho! ^^

 

FYI; Sekarang lagi diputerin tuh di KR episode spesialnya Boys Before Flower.. Ceritanya tentang kehidupan mereka setelah 5 taun.  Selain itu, kalo kamu udah liat Witch Amusement-nya Han Ga-in, kamu bakalan ngeliat ada nuansa yang mirip-mirip sama BOF ini. Kalo kamu jeli, pasti kamu bakal bisa ngerasain deh. Sampe Ashily yang dulu sempet ikutan ngisi OST Witch Amusement, nyanyi juga di sini. Makin nambah kesamaan suasananya. Hohoho.. mau tau kenapa? Yup, karena kedua serial ini sama-sama disutradarain sama Jun Ki-sang. Selain itu, kata saya.. aktingnya si Kim Bum di sini biasa aja. Aktingnya di East of Eden lebih alami dan lebih Mantes. Ehehe! Oh, iya! Di episode 20, pas adegan J&J nonton film, yang diputer itu filmnya Kim Bum, Death Bell.

East of Eden (에덴의 동쪽) 2

 

EOE_Poster

 

Cast:

Song Seung-hun as Lee Dong-chul

un Jung-hoon as Lee Dong-wook

Park Hae-jin as Shin Myung-hoon

Han Ji-hye as Kim Ji-hyun

Lee Yeon-hee as Gook Young-ran

Lee Da-hae as Min Hye-rin

Dennis Oh as Michael Packard

Episodes : 56 (+1 special episode)

Broadcaster : MBC

 

Ini nih serial yang sudah lama tak tunggu. Gyaa! Bertabur bintang pisan ini mah. Liat deretan yang maen bikin saya nggak sabar buat segera liat serial ini. Dan senang sekali, setelah MBC akhirnya memulai untuk muter serial ini, September tahun lalu. Serial yang menelan dana produksi yang nggak sedikit, hampir 25 miliar won! Mungkin emang bengkak karena selain make banyak aktor-aktris yang gaek, settingannya juga nggak melulu di Korea, tapi juga dilakuin di Hong Kong dan Macau.

Ceritanya bisa dibilang klasik, namun rumit. Nyeritain tentang keluarga Lee dan Shin yang berseteru karena perbedaan pendapat dan penuntutan keadilan. Lee Gi-chul (Lee Jong-won) adalah seorang pemimpin gerakan buruh di sebuah perusahaan tambang. Karena kegigihannya ini, Shin Tae-hwan selaku calon penerus Taesung grup, perusahaan pengelola pertambangan tersebut, merasa kalau Lee Gi-chul ini adalah kerikil yang musti dibuang demi melancarkan misinya membuat Taesung menjadi perusahaan yang super besar. Tentunya, dia pengen dapet keuntungan yang sebesar-besarnya, tanpa mempedulikan nasib para buruhnya.

 

800px-EOE_correlation_chart

Lee Gi-chul hidup bahagia bersama istrinya, Yang Chun-hee (Lee Mi-sook) dan anaknya yang suka menemani keseharian Gi-chul di tambang, Dong-chul kecil. Selain itu, ia juga masih menjalin hubungan dengan cinta pertamanya. Yang Chun-hee ini selalu ngerasa kalau suaminya itu nggak pernah merhatiin dirinya, dan menganggap bahwa Gi-chul menikahinya bukan karena cinta. Itu juga yang mungkin membuat dirinya kurang bahagia. Tapi ternyata, di hari ulang tahunnya Chun-hee mengerti bahwa cinta tidak harus selalu diungkapkan dengan rangkaian kata. Ia mengetahui kalau Gi-chul benar-benar mencintainya.

Hari ulang tahun itu menjadi hari naas bagi keluarga Lee. Shin Tae-hwan berencana untuk membunuh Gi-chul dan membuat skenario bahwa pembunuhan itu adalah kecelakaan. Rencana itu berhasil. Gi-chul tewas terkubur di dalam tambang.

Chun-hee dan Dong-chul mengetahui bahwa ini bukanlah sebuah kecelakaan. Tapi karena tidak ada kekuasaan dan  bukti yang kuat, mereka pun tidak mampu membuktikan bahwa Shin Tae-hwan adalah otak dari pembunuhan ini. Tapi mereka berjanji akan membalas dendam kematian Gi-chul, melalui jalur hukum kelak di saat Dong-chul dan bayi yang sedang dikandung Chun-hee tumbuh besar.

Hari dan tempat kelahiran penerus keluarga Shin dan Lee ternyata bersamaan. Mereka dilahirkan di tempat dan waktu yang sama. Tapi sayangnya, kejahatan Tae-hwan membuat kebahagiaan ini tertunda untuk waktu yang lama ke depannya. Suster Yoo Mi-ae (kelak berganti nama jadi Rebecca) yang mempunyai hubungan gelap dengan Tae-hwan, berencana untuk membunuh anak pertama Tae-hwan tersebut gara-gara janin hasil hubungan gelapnya dengan Tae-hwan diaborsi paksa dan parahnya membuat ia tidak bisa memiliki kesempatan untuk mengandung dan memiliki anak lagi. Karena nggak tega ngebunuh, akhirnya dia nuker bayi keluarga Lee dengan keluarga Shin.

Waktu pun berjalan. Dong-chul mulai tumbuh remaja. Karena berasal dari keluarga miskin, ia memutuskan untuk berhenti sekolah dan berusaha untuk mencari uang agar adiknya bisa bersekolah da menjadi seorang jaksa penuntut untuk membalas dendam pada keluarga Shin atas kematian ayahnya. Mirisnya, anak Shin Tae-hwan tumbuh sebagai Lee Dong-wook dan begitu pula dengan anak Gi-chul yang tumbuh sebagai Shin Myung-hoon.

Kehidupan Dong-chul yang penuh liku menyeretnya ke dunia kasino. Kemahirannya dalam dunia perjudian dan pernegoan membuatnya menjadi pengusaha yang sukses. Begitu juga dengan Dong-wook yang menjadi jaksa penuntut umum. Si dua Lee ini pun sukses dalam hal cinta, dimana mereka berdua dikerubutin wanita-wanita cantik (ahaha! Nggak penting!) mulai dari putri direksi surat kabar, Hye-rin, putri pengusaha kaya, Young-ran, sampai teman semasa kecil mereka, Ji-hyun. Kisah cinta yang serumit dengan kisah serial ini. Complicated banget!

 Inti dari serial ini adalah apa yang akan Dong-wook lakukan saat ia tahu bahwa ternyata Shin Tae-hwan lah ayah kandungnya, bukan Gi-chul. Apakah ia akan terus membela keluarga Lee untuk menuntut keadilan atas tewasnya Lee Gi-chul? Lalu apakah keluarga Lee akan menemukan kebahagiaan yang sebenarnya?

Itu intinya. Selebihnya, penuh dengan bumbu-bumbu kehidupan yang macem-macem, termasuk percintaan. Yang nggak bakal kalian temukan di serial ini adalah nggak ada scene yang bikin kita tertawa terbahak-bahak. Sepanjang 56 episode, kalian bakalan dibawa ke cerita yang beneran menderita, penuh haru, dan bikin kalian yang hobi banget nangis bakalan nangis tersedu. DESPERADO terusss! Ada musibah, nangis, sampe darah dari banyaknya adu jotos. Tonton aja deh, cocok buat kamu yang emang suka serial yang jenis begini. Mungkin sedikit ngingetin kamu sama Sad Love Story sama Bad Love-nya Kwon Sang-woo yang juga punya tipikal genre serial yang sama. SAD! SAD! SAD! Hohoho!

Eh, jangan salah! Gara-gara ceritanya yang emang kuat banget ditambah pemainnya bagus-bagus dan pada total, bikin serial ini mendapat perhatian banyak penonton. Ratingnya bagus! Dan selain itu, serial ini ngeborong banyak banget piala di Baek Sang Award tahun ini. Nggak sia-sia deh serial ini dibikin dengan dana yang bengkak! Toh hasilnya juga bagus, keliatan dari rating dan banyaknya award yang didapet! Yang penasaran, liat aja sendiri! Buat yang nggak suka serial sedih, jangan liat! Hehehe! ~~

 BTW ini postingan ke-2 saya tentang EoE… sebelumnya saya udah nulis review ini, cuman lupa.. biarin deh, meskipun mirip2, saya post aja dua2nya.. hehe

 

East of Eden (에덴의 동쪽) 1

EastofEden

Nggak ada kata lain yang bisa menggambarkan perasaan saya setelah menonton serial ini selain DRAMATIS. Gila, serial ini cocok banget buat anda pencinta serial yang berbau kesedihan dalam menjalani kehidupan. Saya juga nggak abis pikir, serial yang menurut saya rame ini kok hampir nggak sama sekali menyisipkan bahan candaan. Singkat kata, sedih semua!

Ceritanya ada dua keluarga, satu si kaya dan satu si miskin. Kedua keluarga itu berasal dari latar belakang yang beda banget. Si kaya, Shin Taehwan (Jo Minki) adalah generasi kedua Taesung group yang serakah dan nggak berperikemanusiaan dalam mewujudkan segala hal yang ia inginkan. Sedangkan Lee Gicheol (Lee Jeongwon) adalah pemimpin asosiasi buruh tambang batu bara milik Taesung. Kerjaan si Lee Gicheol ini adalah memperjuangkan hak para buruh agar istilah kesejahteraan itu bisa didapatkan. Karena inilah, si Shin Taehwan nggak suka banget sama aksi Lee Gicheol yang kerap menuntut keadilan bagi rekan-rekannya di tambang batu bara.

Lee Gicheol hidup bahagia bersama istrinya, Yang Chunhee (Lee Miseok), Lee Dongcheol (Song Seunghoon), dan calon jabang bayi yang ada di kandungan si istri. Selain menjalin cinta dengan si istri, ternyata Gicheol masih punya hubungan sama cinta pertamanya juga. Tapi, meskipun gitu kehidupan mereka akur-akur aja.

Selain si Gicheol, si Taehwan juga ternyata pria pelaku cinta bercabang, hehe.. Selain punya satu istri yang juga sedang mengandung, dia juga punya affair sama seorang suster (yang juga hamil). Habis itu dia juga masih nyimpen perasaan sama teman masa kecilnya (cinta pertamanya) yang dia tinggalkan demi memenuhi ambisinya sebagai pewaris Taesung group.

Nah, di suatu malam istri si kaya dan si miskin itu disatukan oleh takdir dengan kasus melahirkan di rumah sakit yang sama. Mereka pun sama-sama melahirkan bayi laki-laki. Di sisi lain, Yoo Mi-ae, si suster yang punya affair sama Taehwan berencana untuk membalas dendam karena janin dalam kandungannya telah dibunuh oleh Shin Taehwan. Udah deh, karena nggak sanggup ngebunuh bayinya, dia akhirnya nuker bayinya si Taehwan dengan bayi si Gicheol. Bayi Taehwan yang dibesarkan oleh keluarga Lee dikasi nama Lee Dongwook, dan bayi yang dilahirin oleh Ny. Lee dikasih nama Shin Myeonghoon.

Seiring waktu berjalan, usaha Gicheol untuk menuntut kesejahteraan para buruh pun nggak berhenti. Shin Taehwan yang makin gerah pun akhirnya nyuruh tangan kanannya buat ngebunuh si Gicheol dan membuat pembunuhan itu seolah-olah berupa kecelakaan. Namun si Lee Dongcheol yang jadi saksi mata ini tau kalo si Taehwan adalah otak dari pembunuhan ini. Keluarga Lee ini pun akhirnya tau kalau Shin Taehwan adalah penyebab kematian Lee Gicheol. Dengan kejadian ini, keluarga Lee bertekad untuk membalas dendam melalui jalur hukum, dan mulai mendidik para penerus keluarga Lee untuk jadi jaksa penuntut yang bisa menunjukkan kebenaran.

Lee Dongcheol berusaha keras mencari penghasilan untuk bisa menyekolahkan Dongwook. Tapi sayang, dia malah terseret ke dunia gangster dan perjudian. Di sisi lain Dongwook selalu berusaha untuk jadi yang terbaik agar ia bisa menjadi jaksa penuntut umum agar bisa mengungkap kematian Gicheol. Dalam usaha mencari kebenaran ini, masing-masing tokoh inti serial ini akan bertemu dengan cintanya masing-masing. Muncul sosok Jihyeon yang dimainin sama Han Jihye, Min Hyerin yang dimaenin sama Lee Dahae, dan Guk Yeongran yang dimainin Lee Yeon-ae. Complicated deh lovelinenya juga. Liat deh, ada rebutan cinta, sampe kekerasan pun dilakuin demi didapatnya cinta itu.

Dari awal sampe tengah nih, digambarin usaha keluarga Lee dalam menyiapkan Dongwook sebagai calon penuntut. Beda dengan keluarga Shin yang terus aja berusaha buat memperluas bisnisnya. Di sisi lain, muncul Rebecca  yang nggak lain adalah suster Yoo Mi-ae yang secara perlahan mulai membuka identitas Lee Dong-wook dan Shin Myeong-hoon yang sesungguhnya, di samping usahanya untuk membalas dendam pada Shin Tae-hwan.

Cape kan bacanya? Saya juga! Gila aja 56 episode dan semuanya mengharu biru. Teman les saya pun nggak kuat nontonnya, sampe dia memutuskan untuk nonton sampe episode 8 aja. Tapi seru loh, ceritanya punya bobot. Penuturan filmnya pun ditel banget. Settingnya pun dibikin semirip mungkin sama eranya. Contohnya nih, setting taun 80-an. Diliatin tuh ditel-ditel bangunan, sampe fashion dan bentuk telepon umum yang dibikin ngeklop banget sama taun 80-an. Bagus! Ditel, meski di salah satu episode terakhir saya nemuin ditel yang terlupakan (nggak usah diceritain). Ada juga nih chemistry kuat yang keliatan antara Dongcheol sama Dongwook yang beneran dekeeet banget sebagai kakak-adik. Satu hal yang menurut saya nggak banget adalah endingnya yang aduuuh, plis deh! Saya pribadi mah kurang suka lah. Tapi dirunut dari episode awal mah bagus. Apalagi kalau kalian suka film mengharu biru kaya Sad Love Song/ Sad Love Story/ Sad Sonata-nya Kwon Sangwoo atau I’m Sorry I Love You/ MISA-nya So Jisub, seri ini cocok tuh buat ditonton.. Ahaha!

Holy Daddy

Holy Daddy (원탁의천사) – 2005

Lee Min-woo

HaHa (Ha Dong-hoon)

 

photo21355

 

Saya ngeripiu (bahasa gaulnya review,hehe) film ini sambil menyeka air mata. Hehe.. Udah berkali-kali nonton ini, gregetnya nggak ilang-ilang. Selalu berhasil bikin ketawa, merinding, dan nangis tersedu. One of the best movie I ever seen. Lama banget beli film ini, nggak tau apa masih ada atau nggak DVD-nya di pasaran. Judulnya Holy Daddy, atau judul di bahasa Koreanya원탁의천사. Haduhhhh… beneran, speechless banget mau berbagi cerita film ini.

Ceritanya adalah seorang Won-tak, anak SMA yang bisa dibilang seorang berandalan, yang nggak suka banget sama sang ayah yang melakukan kesalahan sehingga masuk penjara. Saking bencinya, dia nggak mau maafin kesalahan ayahnya itu. Terus di sel penjara, karena sebuah kecelakaan yang dibuat seorang napi di penjara, ayah Won-tak tewas. Tapi tetep aja, kematian ayahnya ini nggak lantas bikin Won-tak memaafkan ayahnya.

Singkat cerita, ayahnya Won-tak yang udah jadi arwah bertemu malaikat yang ngejemput dia untuk pergi ke akhirat. Dan ayah Won-tak yang nggak terima atas kematiaannya, meminta untuk bisa kembali hidup agar bisa bersama dengan anaknya untuk terakhir kali dan menebus kesalahannya. Dan permintaan pun dikabulkan. Yeong-joo ahjossi ini akhirnya bisa jadi manusia dan kembali visible di dunia yang fana ini, tepatnya jadi sosok remaja seumuran Won-tak. Beliau pun berganti nama jadi Ha Dong-hoon. Di kesempatan ini ia ingin menebus kesalahannya pada Won-tak dan membuat anaknya jadi lebih baik.

Abis itu, baru deh Dong-hoon berusaha buat jadi sahabatnya Won-tak. Banyak banget adegan konyol yang dilakukan Dong-hoon, yang notabene adalah arwah Yeong-joo yang harus adaptasi dengan kehidupan anak muda saat ini yang canggih. Dan seiring waktu yang berjalan, mereka pun akhirnya bisa jadi deket.

Dari kebersamaan ini, Dong-hoon mulai menunjukkan perhatiaannya sebagai ayah, meskipun konteksnya adalah sahabat. Dong-hoon mengingatkan kalau setiap ayah pasti sayang dan bangga banget sama anaknya. Gitu deh pokoknya, semenjak ngenal Dong-hoon perilaku Won-tak banyak berubah.

Bagian yang paling bagus dan mengharukan buat saya di film ini adalah saat kesempatan Dong-hoon (Yeong-joo) di dunia sudah habis. Ia harus naik ke nirwana bersama sang malaikat. Adegan pra-closing yang bener-bener mengharukan. Dan taukah, saya selalu nangis tiap nonton bagian ini.

Setiap nonton ini saya jadi keingetan Alm. Ayah. Dulu, waktu ayah baru meninggal, sewaktu nonton ini saya nangis lamaaa banget. Seperti keingetan aja, masa-masa bahagia barengan beliau. Sekarang menjelang 2 taun kepergiannya, saya nonton ini, dan kembali lagi saya nangis. Bener-bener dapet banget cerita dari film ini. Kalau dibilang sensitif sama keadaan saya sekarang yang hampir sama kaya cerita di film itu, kayanya nggak deh. Emang ceritanya dalem banget. Lebih dalem lagi emang, kalau kondisinya sama dengan apa yang dialami. Dan nggak peduli harus bilang apa, film ini bagus banget! Ratingnya 11 dari 10, 6 dari 5. Wajib tonton, apalagi buat kalian yang orang tuanya masih lengkap, pasti bakal tau gimana rasanya ditinggal pergi orang yang dicintai dan mencintai kita. Manfaatin deh kesempatan yang tersisa buat berbakti sama mereka.

korean_drama_photo_1204714463994

Hmmm… malah jadi curhat. Tapi emang gitu kan? Pesan-pesan yang saya kasih emang nggak salah, bukan??? Oke deh, met nyari filmnya. Tapi kalau nggak ketemu juga bisa cari alternatif cerita yang hampir sejenis. Bikinan Korea juga, judulnya Who are You? (누구세요?你是谁?). Ceritanya hampir-hampir sama kok, tapi ini mah drama seri, ada 16 episode. Yang mainnya ada Go Ah-ra. Bagus juga kok!

Vow of Death

Hoho… pertama liat cover film ini saya nyangkanya setting yang dipake bertempat di atas kapal bajak laut. poster4bHantu perompak gitu dikiranya. Abis sekilas kaya di atas kapal aja. Ternyata, meleset jauh dari dugaan. Beda banget! Hehe.. Emang tentang hantu-hantuan. Tapi isinya nggak nyeremin kaya film horor Thailand kebanyakan. Ceritanya ada empat sekawan yang rada oon di sekolah dan akhirnya menghalalkan cara yang nggak bener, which is ngikutin kepercayaan masyarakat setempat buat meminta pertolongan ke dewa yang bersemayam di Banyam tree, pohon semacem beringin (iya kali..!) yang gedeee banget. Konon, setelah kita memohon bantuan ke dewa Banyan, nanti apa pun yang diminta bakalan dikabulin. Nah, sebagai imbalannya setelah permintaan dikabulkan, si pemohon alias penyembah itu harus ngasih apa yang mereka janjiin ke dewa Banyan, sebagai tanda bersyukur. Akhirnya Ake, Whan, Don, sama Moe berhasil lulus ujian. Begitu juga dengan Kwai, teman baru yang mereka kenal saat melakukan pemujaan, yang mendadak sukses memenangkan lotre. Tapi begonya mereka semua itu lupa sama janji mereka, buat bikin pemujaan tanda terima kasih. Mulai deh, dateng teror-teror (yang sebenernya nggak terlalu nyeremin, tapi beneran! Audionya bagus, berhasil bikin kaget-kaget gituuu…). Dewa Banyan yang ternyata wujudnya adalah sosok Jenderal perang masa lampau itu muncul untuk menagih janji mereka. Sayangnya, di saat mereka inget untuk mengucapkan terima kasih, pohon gede itu udah ditebang. Jadinya merek harus mencari kayu pohon tersebut untuk menghapuskan teror hantu sang jenderal. Nggak ada tragedi bunuh-bunuhan sampe ada tokoh yang mati. Terornya dibikin perlahan. Ternyata ada dua hantu yang ada di film ini, si jenderal perang, dan satu lagi hantu penari tradisional Thailand.

Kata saya sih, film ini lumayan lah buat menghibur. Ada sedikit napas segar buat genre horor, soalnya disamping ada tegang-kaget-dan rada serem, ada juga sisipan komedi yang lumayan bikin saya cekikikan. Karakter Kwai di film ini beneran diciptain buat bikin kelucuan di tengah ketakutan. Ada beberapa scene yang emang gitu deh.. Lucu bin serem. Contohnya aja pas adegan Kwai ngojekin cewek malem-malem ke pasar, eh ternyata itu hantu penari. Situasinya beneran bodor. Belom lagi pas adegan Kwai ditinggalin anak-anak lain sewaktu mereka tidur, yang akhirnya harus berjuang mati-matian biar nggak diganggu si penari.

Di ujung baru saya ngerti apa sih yang diinginin sama si jenderal dari si empat sekawan itu. Dan saya pun berkata, OOOOh… gitu! Ada pesan moral yang klasik banget, tapi emang penting buat kita inget. Pasti kalian pun bakalan setuju. Overall bagus lah, ada muatan pendidikan moralnya juga. Hehe…  Sayangnya, nggak diceritain si penari itu akhirnya gimana. Mukanya cantik loh, kayanya pernah jadi bintang iklan Pond’s deh… hehe.. Cerita film ini yang horor komedi nggak bisa disamain loh sama Scary Movie. Saya tekankan, film ini lebih berbobot dann lebih saya rekomendasikan, seiring (cieh…seiring bahasanya) dengan ceritanya yang emang asli, bukan plesetan.

Kesimpulannya, film ini lumayan kok buat ditonton. Seperti saya bilang, kamu yang pengen banget nemuin unsur horor dan komedi dianjurkan buat masukin film ini di daftar film yang harus ditonton. Sayang, kalo mau ditandingin keseremannya sama Shutter atau Alone, film ini masih kalah. Tapi untuk ketegangan dan sisi lucunya, boleh dicoba.